Senin, 25 Juli 2011

Monolog Orang Waras



Sekelompok orang gila di rumah sakit jiwa tengah melakukan aktivitas, ada yang melamun, tidur, bermain-main, berkelahi, dll. Persis seperti petinggi-petinggi negara.
Pasien 1, 2 dan 3 sedang bermain, tertawa, menangis dan melakukan aktivitas bersama. Seketika mereka melihat sebuah kursi kayu yang sudah lapuk dimakan rayap, ketiga pasien tersebut mendekati kursi. Pasien 1 langsung duduk di kursi tersebut namun kedua temannya mendorong sampai pasien 1 terjatuh dari kursinya, akhirnya mereka pun memperebutkan kursi yang sudah lapuk itu. Pertengkaran mereka menjadi-jadi sampai mereka membuat kursi itu patah dan hancur. Melihat itu mereka berhenti bertengkar dan mereka memperbaiki kursi tersebut menjadi kursi yang layak untuk diduduki. Setelah selesai mereka meninggalkan kursi itu ditempat mereka menemukannya dan mereka kembali melakukan aktivitas seperti sebelum menemukan kursi yang membuat mereka bertengkar.
Sedang asik bermain mereka kedatangan teman baru,pasien 4 seorang wanita yang terlihat lemah, namun tubuhnya masih terlihat indah. Pasien 4 ini hanya tertidur di koridor rumah sakit, celana pendek yang tersingkap sehingga menampakkan paha putihnya dan baju kaos oblong yang sedikit tembus pandang membuat pasien 1, 2 dan 3 tadi mendekatinya, melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tanpa pikir panjang ketiga pasien tersebut membuka bajunya dan lebih mendekat kepada pasien 4 dan makin mendekat, lalu mereka menutup tubuh pasien 4 dengan baju-baju mereka lalu kembali bermain.
Di sudut koridor pasien 5 tengah melamun tanpa ekspresi sedikitpun. Diduga dia masuk rumah sakit jiwa ini karna batal jadi anggota dewan yang terhormat, dia terus melamun sambil terus hormat kepada ranting-ranting pohon yang dianggap sebagai rakyatnya. Pasien 5 ini menggunakan sebuah jas dan hanya bercelana pendek, tanpa ada rasa malu dia berlagak seperti anggota dewan yang agung.
Beberapa menit setelah itu datang kunjungan para calon anggota dewan yang sedang berkampanye dan menarik perhatian masyarakat dengan pergi melihat pasien rumah sakit jiwa. Dengan gaya yang dibuat-buat calon anggota dewan tersebut duduk manis di kursi, (yang diperebutkan pasien 1, 2 dan 3 tadi) memperhatikan pasien2 sedang bermain, namun tertuju pandangannya kepada pasien 4 lalu mendekatinya dan seketika membuka tutupan baju yang dberikan oleh pasien 1, 2 dan 3 tadi, pemilik-pemilik baju tadi hanya melihat lalu melanjutkan permainan mereka. Calon anggota dewan tadi lalu mengelus-elus rambut pasien ke 4 lalu menuju tubuh tak berdaya tersebut, karna sadar adanya pers yang meliput, calon anggota dewan tersebut berdiri dan menjauh dari pasien 4 menuju pasien 5 dengan membiarkan tubuh itu tidak tertutup baju yang semula menutupinya.
Setelah berkeliling melihat-lihat, calon anggota dewan tersebut meninggalkan rumah sakit jiwa dengan terus memperhatikan tubuh pasien 4 yang hanya terbungkus baju tipis. Pasien 5 terus melihat kepergian calon anggota dewan tersebut dan berkata kepada rakyatnya “itu calon teman ku” (bangga).
NB: semoga berubah lebih baik

SELESEI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar