Minggu, 10 Juli 2011

SEBELUM KARTINI ADA POETERI

Tengah malam menjelang subuh tanggal 22 April 1832
Seorang gadis kecil lahir dari tong kulit elastic
Haru semua ibu bapaknya melihat tubuh kecil itu berdarah,
“anakku perawan”
Gadis kecil sekarang bernama poeteri!
Berlari-lari kecil mengejar bonekanya yang sudah lusuh oleh waktu.
Bibir merah bergincu itu memonyongkan bibirnya untuk mencium kekasihnya di depan cermin setinggi pagar belakang rumah.
“kau masih perawan?”
Berjalan mengguncangkan dadanya yang besar menyentuh dagunya yang runcing seolah mendahului waktu.
Sekarang tanggal 23 Desember 1999
Poeteri telah remaja, berjalan dengan waktu yang terus menatap dada poetry yang hanya tertutup selendang tipis dan berayun-ayun dengan kuatnya.
“benar kau masih perawan?”
Poeteri merangkak menahan nikmatnya, sedangkan waktu terus melihatnya yang sekarang suci tubuhnya tanpa sehelai benang selendang yang menodai tubuhnya.
“aku tau, kau tak perawan lagi!”
Poeteri tersenyum mendengar itu, dia senang dengan kenyataannya.
Waktu menangis menatap poeteri menjerit dan berdarah.
Sekarang tahun 2012, poeteri berumur 16 tahun.








SEBELUM KARTINI ADA POETERI

Tengah malam menjelang subuh tanggal 22 April 1832
Seorang gadis kecil lahir dari tong kulit elastic
Haru semua ibu bapaknya melihat tubuh kecil itu berdarah,
“anakku perawan”
Gadis kecil sekarang bernama poeteri!
Berlari-lari kecil mengejar bonekanya yang sudah lusuh oleh waktu.
Bibir merah bergincu itu memonyongkan bibirnya untuk mencium kekasihnya di depan cermin setinggi pagar belakang rumah.
“kau masih perawan?”
Berjalan mengguncangkan dadanya yang besar menyentuh dagunya yang runcing seolah mendahului waktu.
Sekarang tanggal 23 Desember 1999
Poeteri telah remaja, berjalan dengan waktu yang terus menatap dada poetry yang hanya tertutup selendang tipis dan berayun-ayun dengan kuatnya.
“benar kau masih perawan?”
Poeteri merangkak menahan nikmatnya, sedangkan waktu terus melihatnya yang sekarang suci tubuhnya tanpa sehelai benang selendang yang menodai tubuhnya.
“aku tau, kau tak perawan lagi!”
Poeteri tersenyum mendengar itu, dia senang dengan kenyataannya.
Waktu menangis menatap poeteri menjerit dan berdarah.
Sekarang tahun 2012, poeteri berumur 16 tahun.








HAMKA DAN PEMERAN UTAMA


Dia kata cinta bersama janji tiga helai rambut
Sebuah karangan indah tentang cinta yang disebut romantic
Dia kata janji terus bertepat
Tiga helai rambut berbuah tiga janji hidup
Hidup indah
Hidup kaya dan hidup tanpa janji
Hamka terus bercerita, tetapi ditengah halaman
Pemeran utama sakit dan terputus perannya.
Hamka sekarang meramal cinta sampai pemeran utama sembuh dan menyambung cerita lagi.
            Seorang wanita muda diramalkan mati mengenang cinta
Gelombang laut lebih kuat dari janji tiga helai rambutnya.
            Hamka sekarang berkata
Cerita telah tutup buku karna pemegang janji telah mati,
Cerita bersambung sampai ada janji-janji lain.

Sabtu, 09 Juli 2011

CERITA DINDING SEL


Sebuah ruangan kosong persegi
Dinding kanan terdapat sebuah pigura yang sedikit miring berselimut kaca buram.
Tiga orang berkerudung tersenyum dalam pigura itu, tapi satunya kemudian menangis sambil duduk dipujok pigura itu.
Sebuah ruangan kosong persegi
Dinding belakang sedikit retak dimakan usia,
Satu coretan menggambarkan kenangan ruang kosong
            “kami kikis tembok agar menjadi pintu”
Ruangan kosong persegi
Disetiap sudutnya telah terkelupas dan keriput
Dindingnya polos masih bersih dari ketuaan
Dibawahnya sepasang kasur santai terbuat dari rajutan daun kelapa, nyaman dan menghangatkan
Kotak kecil persegi
Besi kuat pembuahan baja dan biji besi kini menjadi dinding depan yang juga pntu berongga lurus besar.
Batang-batang penuh karat oleh jejak tangan-tangan putus asa
Sebuah kotak kosong persegi yang manjadi ruangan kecil tempat semua harapan terkubur dan bernyanyi
“kapan besi menjadi kayu yang bisa kami kupas sedikit-demi sedikit”